Sabtu, 30 April 2011

Diam

Aku putuskan untuk memlikih diam
Menyimpan rapat rapat di sini
Di hati…ku…
Walaupun makin lama, air makin banyak
Tekanan makin banyak
Peluang kebocoran pun makin besar
Tapi ku coba menggunakan pipa baja yang tak bisa bocor seperti botol plastik biasa
Rasanya campur aduk kayak minum coca cola
Celekit celekit
Ada manis ada sakit ada pahit
Diam ini terkadang menenangkan
Tapi di sisi lain sangatlah menyiksa
Aku memang belum bisa menjadi manusia hebat
Yang bisa mengendalikan semua yang terjadi
Termasuk ini..
Wajar gak se kayak gini ?
Terkadang aku gila kayak orang gila berpikir sedemikian rupa
Menanyakan pada diriku sendiri dan menjawabnya sendiri
Lucu bukan ?
Gak. Jayus pek !

Perasaan itu emang gak bisa dipaksakan
Menghadapi kenyataan itu memang mudah dalam untaian kata saja
Melakoninya yang susah
Apalagi jika hati telah menolak
Melakoninya pun bertolakan dengan perkataan
Susah menyatukan
Seperti layaknya kutub utara dan utara saling bertolak-tolakan

Cukup lama 1 tahun lagi aku harus memelihara diamku
Bisakah ?
Sedangkan yang belum sampai satu tahun itu
Aku harus menyimpannya dalam hati
Tidak ada yang bisa kuajak bicara
Masalah sesuatu yang “serius” ini
Tidak ada yang tau
Dan aku gak mau sampe satu pun tau

Tapi tidakpapa lah
Ada hikmahnya kok
Menegarkan hatiku dan membuatnya kebal dari apapun yang menyakitkan
Setidaknya lebih tegar dari sebelumnya lah

Walaupun rasa kesepian kian datang menghampiri
Tapi aku mencoba untuk berlari menghindarinya
Terus
Entah sampai kapan lelahku berada di titik kejenuhan
Mungkin sekarang perjalanan sampai ke titik jenuh itu
Dan aku gaktau apa yang harus kuperbuat
Perasaan memang begini
Gak ada minum..
Tenagaku terkuras habis oleh pelarian panjang yang tak berujung

Ajari aku tersenyum dan tertawa dalam diam
Mensyukuri segala anugrah ini
Hingga rasa ini semakin pudar dan pudar
Jauh semakin jauh
Sampai semuanya tertutup rapat
Hingga memori ini hilang dari sejarah
Tapi tak hilang dari memori otakku

Ya Allah untuk saat ini diamku ini seperti penyakit flu
Menyiksa sekali ya Allah
Srat srot srat srot
Layaknya umbel
Keluar masuk layaknya perasaan senang ataupun sedih

"….Dear diam, jangan kau ganas ganas layaknya tumor menjadi kanker. Temani aku disini untuk menjaga hati ini. Walaupun susah, tolong bantu aku. Aku berharap sekali kepadamu. Bantu aku temani aku. Diam tolong kembalilah lunak, janganlah kau seperti anjing kehilangan anaknya. Tolong sekali. Terimakash diam atas pengertiannya…."