Selasa, 21 Juni 2011

puisi

"Semua berawal ketika ku belum mengerti
saat semua terasa asing di mataku
ku tak mengerti tentang perasaanku
seolah hati ini dituntun ke semak berduri
terus kupandang langit yang makin kelam
yang hampa tiada bintang di samping rembulan
tubuhku tak lagi kokoh diterjang badai
walau hanya terhempas rinai angin

Namun..
kesakitan dan kehampaanku ini pun berakhir
ketika melihat sekuntum mawar di tenagh semak
kugapai itu dengan wajah tawa
langit pun cerah
fajar kian menyongsong
dedaunan pun segar dengan percikan embun di atas
hanya karena,
kehadiranmu semata..."

:bd :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar